UJIAN DISTRIBUTOR INTI BAGIAN 1


Sukses butuh pengorbanan.


begini saudaraku sepakat yang sukses butuh pengorbanan tiada satupun kesuksesan di dunia ini tanpa suatu pengorbanan betul di semua bidang sukses itu pasti butuh pengorbanan dan hanya Dina saja ingat lagi yuk ketika kita ada di rahim ibu bukankah ibu kita berkorban untuk kita ketika terlebih kita mau melahirkan mengorbankan biaya tenaga bahkan hingga resiko nyawa namun setelah itu ibu kita merasa kegembiraan luar biasa menyebut buah hatinya bisa bermain bercanda tertawa bersama.



lalu mari Anda lihat diri anda sendiri hingga detik ini ingat ketika anda sekolah Anda selalu ada ujian kenaikan kelas dan ujian kelulusan sekolah anda tentu berkorban banyak mengorbankan film kesayangan anda untuk tidak Anda tonton mengorbankan waktu bermain anda semua Anda tunda untuk apa yang jelas anda gunakan waktu anda untuk belajar materi yang akan diujikan pada ujian kenaikan kelas singkatnya Anda mengorbankan waktu tenaga dan pikiran bahkan hingga mengurangi waktu tidur sangat tidak nyaman kan.


oke ingat lagi ketika anda sudah beranjak dewasa makin banyak hal-hal yang anda korbankan ketika mulai mencari pekerjaan mencari pasangan hidup bahkan hingga detik ini ketika anda sudah berkeluarga makin sering anda berkorban untuk keluarga kok bisa ya iyalah seringkali justru Anda mengorbankan keluarga anda demi sebuah karya yang tidak jelas yang mungkin hanya menghasilkan gaji UMR saja anda rela lembur sampai larut malam. anda rela tetap masuk kantor walau sakit kita tetap mewajibkan diri Anda berangkat ngantor meski anak dan pasangan Anda lagi sakit walau hujan badai menghadang pokoknya tidak peduli apa yang terjadi harus tetap ngantor bukankah ini yang dinamakan pengorbanan mengorbankan sesuatu yang Anda senangi yaitu waktu bersama keluarga yang pasti selalu anda kurangi bahkan tidak Anda utamakan tujuannya untuk bekerja dan bekerja meraih sesuatu yang harapannya sih kondisi hidup anda suatu saat akan sesuai harapan harapannya mungkin sederhana Anda bisa mencapai keuangan kendaraan rumah dan kesehatan yang lebih baik pokoknya harapan Anda suatu saat Anda bisa hidup mapan dan nyaman deh karena pengorbanan yang anda lakukan.

sayangnya ternyata saat ini anda baru sadar semua kesibukan yang anda lakukan belum mampu mengubah kondisi hidup anda .

Anda mungkin saat ini sudah menyadari sekeras apapun Anda bekerja dan ternyata hasilnya sama saja keuangan anda tidak semakin membaik bahkan semakin memburuk hutang dimana-mana demikian juga dengan kesehatan karena seringnya lembur bekerja keras di kantor atau jualan hingga larut malam yang justru semakin kaya adalah bos anda ia perjuangan Anda menomorsatukan karir yang diharapkan akan meningkatkan taraf hidup lebih baik ternyata sia-sia sia-sia 100% tidak juga.

sebetulnya seberapapun penghasilan profesi dan pekerjaan Anda asalkan halal tidak ada yang sia-sia jika niatnya untuk untuk ibadah saya pernah mendengar sebuah survei yang tidak jelas sumbernya survei tersebut menyebutkan banyak orang pintar lebih memilih bekerja daripada berbisnis.

Pintar Tidak Jaminan Kaya.


 dan faktanya mereka bekerja untuk orang yang kurang cerdas dari sisi nilai akademis survei juga membuktikan banyak orang bodoh karena sudah melamar kerja dimana-mana tidak ada perusahaan yang mau menerimanya karena kebodohannya sehingga terpaksa membuka usaha dan yang terjadi justru memperkerjakan orang-orang pintar.

saya pun demikian nilai akademis saya sejak SD hingga SMA jeblok selalu rangking terakhir tapi alhamdulillah Allah mempermudahkan saya dalam berbisnis lalu saya ingin membuktikan survei di atas.

ketika saya posting di grup teman-teman saya yang pintar tentang pentingnya berbisnis pentingnya membangun aset usaha dan betapa nikmatnya hidup nganggur tapi uang tetap mengucur ternyata terbukti tak ada satupun teman-teman saya yang tertarik berbisnis padahal mereka cerdas cerdas menurut saya bahkan jenius jadi siapa yang pintar.

lebih baik jadi orang pintar yang bodoh atau jadi orang bodoh yang pintar tentu kalau boleh memilih jadi orang pintar yang pintar ya kan.

tapi yang menjadi masalah bukan berbisnis atau bekerja karena semua itu pilihan lebih baik jadi karyawan tapi mulia hatinya dan masuk surga daripada jadi pengusaha tak bisa ompong pelit dan masuk neraka tapi saya sendiri nih juga boleh memilih akan jauh lebih baik jika saya memilih jadi pengusaha kaya raya mulia baik hatinya suka berderma dan masuk surga bagaimana dengan anda tentu juga akan memilih seperti apa yang saya pilih itu mungkin makna sukses yang sebenarnya tapi kita juga harus menyadari bahwa sukses itu punya konsekuensi atau resiko dan sukses butuh pengorbanan.

baik saya sampaikan sekali lagi ya di sini saya dan para leader yang lain akan komitmen membina distributor yang serius 100% bukan 99% apalagi 50% oleh karena itu kami akan tes teman-teman semua dengan sebuah tes yang sangat sederhana tes ini sebetulnya mampu dilakukan setiap orang tidak peduli apakah dia orang kaya atau orang miskin tidak peduli usia berapa mereka asalkan mereka benar-benar niat serius mengikuti tes keseriusan distributor nasa maka insyaallah akan lulus bukti tesnya sekaligus ini sebagai sebuah jawaban atas pertanyaan bagaimana cara cepat sukses di nasa mungkin akan membuat Anda menghela napas garuk-garuk kepala atau mungkin geleng-geleng tanda tidak sanggup mengingat begitu banyak masalah menghadapi dari mulai punya akan kecil tidak boleh sama suami tidak punya dana hingga lokasi yang jauh.

tapi mohon maaf sekali lagi saudaraku saya tahu ini berat saya paham Anda sulit melakukan saya sadar tidak mudah bagi anda untuk mempraktekkannya tapi karena memang ini cara satu-satunya sukses di nasa demi rasa cintaku padamu engkau semua saudaraku maka dengan terpaksa dan berada di saya mengatakan.


Demikian artikel singkat tentang Ujian distributor inti bagian 1 semoga bermanfaat.

0 Response to "UJIAN DISTRIBUTOR INTI BAGIAN 1"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel